Sabtu, 13 Maret 2010
BINJAI-Meski Acio (20) mengaku hanya sekali mencabuli Mawar, namun masa depan bocah yang masih duduk di bangku SD itu sudah dirusaknya. Lajang keturunan Tionghoa ini terpaksa mendekam di penjara Polres Binjai atas perbuatannya itu.
Mawar dan abangnya tinggal di rumah ompungnya yang menetap di Kelurahan Percukaian, Kecamatan Binjai Utara. Sementara, orangtua mereka tetap tinggal di kampung, di Simalungun. Ekonomi pas-pasan dan kehidupan yang sulit membuat ortu mereka menitipkan anak-anaknya agar mencapai pendidikan yang layak.
Acio tetangga ompung Mawar. Sedikit banyaknya lelaki ini mengetahui seluk beluk keluarga itu. Dia juga tahu kalau Mawar jarang diberi uang jajan. Mawar juga sering dipukuli abangnya.
Dia mengetahui hal itu karena Mawar sering curhat padanya. Cewek berusia 11 tahun ini sudah menganggap Acio seperti abangnya sendiri. Terkadang Mawar meminta uang pada Acio untuk jajannya di sekolah. Semula Acio tak berniat jahat pada Mawar.
Namun sebulan lalu, Acio yang lagi duduk-duduk di depan rumahnya didatangi Mawar. Gadis ini meminta uang jajan padanya. Entah kenapa timbul gairah Acio untuk menggauli bocah perempuan itu. Dia lalu memberi uang Rp10 ribu pada Mawar dan mengajaknya masuk ke dalam warung yang sudah lama tak digunakan lagi. Acio tahu kalau siang hari, ompung Mawar tidur dan abang Mawar masih berada di sekolah.
Tak mengetahui akal bulus Acio, Mawar menurut aja. Di sana, Acio meminta pada anak tetangganya itu agar membuka celana.
‘’Aku hanya menggesek-gesek kemaluanku, tapi tak kumasukkan. Perbuatan itu hanya sekali kulakukan,’’dalih Acio di kantor polisi.
Meski Acio membantah memperkosa Mawar. Namun kemaluan gadis cilik itu bengkak. Setiap kali buang air kecil, dia selalu meringis kesakitan. Hal itu yang jadi penyebab terungkapnya perbuatan cabul Acio. Tak sanggup menahan sakit, akhirnya Mawar mengadu pada ompungnya kalau dia dicabuli Acio.
Walau sempat kaget, namun ompung Mawar tak mau bertindak gegabah. Diam-diam kasus itu dilaporkan ke Polres Binjai. Acio diciduk petugas dari rumahnya. Meski Acio sudah dipenjara, namun pencabulan yang dilakukannya merupakan bayang-bayang kelam dalam kehidupan Mawar kelak.
Pjs Kapolresta Binjai, Kombes Verdianto Biticaca melalui Kasat Reskrim AKP Adenan yang dikonfirmasi POSMETRO MEDAN menyatakan, tersangka dapat dijerat UU Perlindungan anak. (aswin)

Cetak Berita Ini
Berikan 
Tanggapan