BINJAI-Meriance br Sinaga (21) mahasiswi Budidaya Binjai fakultas Bahasa Indonesia menghilang dari rumah sejak Sabtu (6/2) dua minggu lalu. Anak petani ini diduga diculik pria yang baru dikenalnya di Facebook. Cewek berwajah cantik ini sempat menelpon ayahnya sambil menangis. Ia sempat mengaku berada di Aceh bersama 4 orang wanita.
Meriance br Sinaga alias Ance tinggal di Jl Danau Meninjau Lingk IX, Kel Sumber Mulyo Rejo, Kec Binjai Timur. Kata ayah dan ibunya; Binsar Sinaga (51) dan Reliani Br Sianturi (50), anak ke empatnya dari lima bersaudara itu menghilang setelah berangkat kuliah, Sabtu (6/2) sekira pukul 16.00 Wib ke Kampus Budidaya Binjai di Jl T Amir Hamzah Pasar IV Kel Jati Makmur, Binjai Utara. Ditunggu sampai Minggu dinihari, Ance tak juga pulang ke rumah. Ayah dan ibunya pun panik dan mencari Ance ke rumah sanak keluarganya. Namun Ance tak juga ditemukan.
Ayah dan ibunya pun semakin panik karena sudah 4 hari putri tercintanya itu tak pulang. Akhirnya ayah dan ibunya membuat laporan ke Polresta Binjai. “Kami sudah melapor ke Polres Binjai 4 hari setelah putri kami menghilang,” kata Binsar Sinaga saat ditemui POSMETRO MEDAN, Senin (22/2) di rumahnya.
Namun, kata-kata mengejutkan keluar dari mulut ayahnya dan keluarga dekat yang menduga Ance diculik seorang pria yang dikenalnya lewat Facebook. Pasalnya, kata ayahnya, Ance memang sering ke warnet sepulang kuliah dan baru pulang setelah malam mulai larut.
“Tak ada perselisihan antar kami. Dia memang tiap sore kuliah naik kereta. Tapi entah kenapa, Sabtu sore itu dia kuliah tak naik kreta. Memang kami tak melihatnya berangkat kuliah karena kami sedang di ladang. Cuma ada adiknya di rumah ketika itu,” terang ayahnya.
Diterangkan ayahnya lagi, biasa Ance sudah di rumah pukul 9 malam. “Tapi sampai jam dua belas malam kami tak melihatnya pulang ke rumah. Sudah kutanya kepada sanak famili mana tahu melihat anak gadisku itu. Tapi tak ada yang tahu dimana anakku itu. Sampai tak tidur kami memikirkannya. Entah bagaimanalah nasibnya. Padahal dia harapan kami satu-satunya agar jadi ‘orang’,” timpal ibunya, br Sianturi.
Informasi yang dikumpulkan POSMETRO MEDAN dari sejumlah anggota keluarga, Ance memang keranjingan ke warnet bermain Facebook. Kegiatan Facebook itu selalu dilakukannya usai pulang kuliah.
“Saat ditanya kenapa dia sering pulang malam, alasannya sama kami karena dia sering main internet di Kebun Lada. Nah, di situlah kami duga dia berkenalan dengan seorang pria hingga akhirnya mengajak anak kami bertemu,” kata keluarga dekat Ance, br Bakara.
“Memang anak kami itu suka main internet. Kami yang tua-tua itu tak tahu cemana internet itu. Yang aku tahu Ance itu sering mengajar les di rumah-rumah warga. Aku merasa dia ada janjian dengan seseorang. Karena kata anakku, si Ance ada facebooknya. Entah apa namanya itu pokoknya internetlah. Karena memang sering kita dengar anak muda main internet,” terang br Bakara lagi.
Dugaan keluarga bahwa Ance disekap dan diculik sangat kuat. Pasalnya, setelah beberapa minggu menghilang atau tepatnya Minggu (21/2) dua hari lalu, nomor 081372119xxx menghubungi HP ayahnya. Saat dijawab, ternyata Ance yang menelpon. Ance menelpon sambil menangis.
“Aku dengar suara yang menghubungi itu suara anakku. Aku tanya kau di mana inang? Trus dibilangnya, jauh aku pak. Kutanya terus dia dimana. Katanya dia berada di Meulaboh Aceh. Siapa kawanmu di situ. Katanya ada perempuan empat orang,” cerita ayahnya lagi.
Tak puas, ayahnya terus mendesak putrinya itu agar memberitahu posisinya.
“Kasitahulah kau di mana inang. Kalau nggak ada ongkosmu biar kami jemput ke sana. Kek mananya, yang disekapnya kau?” tanya ayahnya penasaran. Tapi tetap tak ada jawaban karena telpon tiba-tiba putus.
Putusnya komunikasi membuat ayah dan ibunya panik. Bahkan, ibunya Reliani br Sianturi sampai jatuh sakit. Namun Senin (22/1) malam sekira pukul 19.07 Wib, HP ayahnya kembali berdering dihubungi nomor 081264829xxx. Ternyata Ance kembali menelpon.
“Saat nelpon yang kedua kali, anakku nanya mamaknya. Mana mamak pak, pulangnya aku… pulangnya aku… Gitu katanya samaku.
Jadi datanglah mamaknya lalu ditanyalah anakku itu. Di mana kau inang, kami dah rindu kali denganmu. Sudah sakit mamak, pulang lah kau inang. Tapi dijawab anakku, nggak tau aku mak di mana aku ini,” kata ayahnya.
“Semalam itulah aku ditelon anakku. Nomornya saat itu 081264829xxx, tapi dia ngomongnya macam tertekan dan sambil menangis. Aku menduga telpon yang dipakai anakku itu milik orang yang menyekapnya,” kata ayahnya. Menghilangnya Ance dari kampus Budidaya di Jl T Amir Hamzah menjadi perbicangan hangat di kalangan mahasiswa dan dosen.
“Ia bang, sudah lama Ance tak terlihat di kampus. Katanya dia diculik. Tapi nggak tahu apakah diculik teman yang dikenalya lewat FB, atau yang lain,” kata seorang mahasiswa semester 2 di kampus itu sembari menambahkan, dosen juga sering menanyakan keberadaan Ance. (aswin)

 

Sumber: Posmetro Medan