BINJAI-“Evi mau curhat, Bang.” Itulah isi SMS tipuan Erwin (28), sang tersangka pembunuh, yang mengantar Ridwan Sani (51) meregang nyawa di tepi dekat Jalan Baru (ring road) Medan -Binjai, Km 18 Megawaty, Kel. Sumber Karya, Kota Binjai, Rabu (9/12) dua malam lalu. Terungkaplah kemesuman Evi Angraini (27), isteri tersangka, dengan Ridwan, yang dikenal tukang kawin.
Bersama polisi yang mengusut, Aswin dari POSMETRO MEDAN turut menguak tabir sang jagal yang diciduk 7 jam usai beraksi. Erwin, lelaki yang 4 tahun mendambakan kehadiran anak -buah hatinya dengan Evi, diciduk dalam pelariannya di rumah adik mertuanya, Jl. Gagak Hitam (ring road), Medan Sunggal, pukul 4 pagi buta (10/12) kemarin.
“Setelah membunuh (Ridwan), aku terus meninggalkannya, melalui Gg. Kurnia II di samping pabrik spring bed dan (pabrik) busa (dekat TKP pembunuhan) itu. Saat (usai membunuh) itu aku panik, tancap gas naik kereta (Yamaha Vixion hitam) ke rumah Bu Lek (adik mertua) istri aku. Aku nggak tahu lagi mau lari ke mana. Saat aku rebahan di rumah Bu Lek istri aku itu, terdengar suara orang mengetuk pintu. Perasaanku langsung tak tenang. Niatku mau lari tak sempat karena keburu petugas langsung masuk dan menangkapku. Aku hanya bisa pasrah aja.”
Demikian tersangka warga Jl. Terang Bulan, Gg. Rahayu, Diski, Kec. Sunggal, Deli Serdang, itu bercerita setiba digelandang di Mapolsek Binjai Timur. Benar dugaan warga sekitar TKP -sebelum menemukan mayat Ridwan, yang melihat seorang pengendara Vixion kencang melaju di Gg. Kurnia, hingga nyaris terjatuh, tapi mereka tak curiga.
Ridwan, yang setahun terakhir mengontrak rumah bersama isteri ketiganya, Tini (50), di Jl. Danau Poso, Lk. VII, Kel. Sumber Karya, Kec. Binjai Timur (1 Km dari TKP), sebelumnya bukanlah tak dikenal Erwin. Bersama isterinya, Erwin mengenal Ridwan di rumah mertuanya (orang tua Evi), Gg. Rambutan, Km 18, Binjai Timur, sekira September 2009.
Ridwan, yang mengaku bekerja di sebuah multi level marketing produk obat-obatan tradisional di Medan, membuat Evi yang menderita penyakit kista, tertarik. Apalagi Ridwan menawarkan obat dari minyak, manjur menyembuhkan penyakit yang membuat wanita sulit mendapat keturunan itu. Evi dan Erwin, yang bekerja di bengkel mobil dekat rumah mertuanya, menikah sejak 2005.
Karena itulah, Erwin dan Evi tak mencurigai Ridwan, bahkan, menganggap lelaki setengah abad yang cocok mereka sapa Om itu sebagai dewa yang akan membantu penyembuhan kista Evi. Tapi alih-alih bebas kista, Evi malah mengaku telah berkali-kali dimesumi Ridwan. Sejumlah hotel di tepi jalan Medan – Brastagi jadi saksi bisu kisah pertemanan mesum Evi dan Ridwan (baca: Mantera Jeruk Nipis di Hotel Mesum).
Pengakuan Evi di hari sebelum kematian Ridwan itu bak guntur siang bolong bagi Erwin. “Siapa yang nggak geram, mendengar istri ditiduri orang lain,” Erwin ngamuk. Strategi balas dendam lalu diaturnya. Rabu (9/12) siang pukul 14.30 itu, lewat HP isterinya, Erwin mengirim SMS ke ponsel Ridwan. Seolah Evi yang mengirim, SMS itu berisi ajakan jumpa, seperti belakangan ini diam-diam dilakukan Evi dan Ridwan.
SMS berbalas. Tapi Ridwan mengaku lagi tak enak badan. Erwin terus menyerang. SMS bernada lebih merayu, kembali dikirimnya. “Evi mau curhat, Bang.” Yes! Erwin berhasil. Ridwan setuju. Pukul 19.00 di Jalan Baru Megawaty samping pabrik spring bed, Gg. Kurnia II. Demikian waktu dan tempat janjian itu.
Sorenya, Erwin bersiap. Pisau stand-by di balik pinggangnya. Ke lokasi itu, sekira pukul 18.40, dia mengendarai motor Yamaha Vixion hitam BK 4020 RQ. Setiba dekat TKP, Erwin mengintai dari kegelapan. Ia melihat Ridwan telah menunggu; berdiri di samping motornya.
Erwin memarkir motornya di kegelapan itu. Ia lalu berjalan mendekati Ridwan. Begitu bertemu, alahkah kagetnya Ridwan. Bukannya Evi yang manis, malah suami wanita itu yang mendatanginya. “Saat aku tegur, raut wajahnya ketakutan. Lantas seketika aku teringat dengan perlakuannya terhadap istriku. Aku ambil pisau dan aku tikam kan ke dadanya sebanyak dua kali, dan perutnya sekali. Sebenarnya sasaran aku mau ke arah kemaluannya, tapi entah kenapa, sangking geramnya aku jadi tak terkendali lagi. Aku tinggalkan dia tergeletak,” demikian adegan cepat Erwin menamatkan hidup lelaki yang KTP nya beralamat Jl. Manggaan, Lk. VI, Medan Deli, rumah isteri keduanya.
Hingga kemarin, Kapolsek Binjai Timur AKP A Robert Sembiring SH mengaku masih memeriksa Erwin. Jejak keberadaannya diketahui dari sejumlah warga di TKP yang ditanyai polisi. (sal)

 

Sumber:Posmetro Medan