BINJAI- Kisruh warga Mencirim dengan Pemko Binjai terus berlanjut. Bahkan, ungkapan Wali Kota Binjai HM Ali Umri yang mengatakan akan menangkap warga, jika terus melakukan pemblokiran Jalan Juanda langsung mendapat respon dari puluhan warga Mencirim.
Akibatnya, Rabu (8/11) siang sekira pukul 15.00 WIB, puluhan warga Mencirim kembali turun ke Jalan Juanda dengan membakar ban bekas di tengah jalan sebagai tanda tidak terima dengan ucapan Umri. Selain itu warga juga mengecam Umri untuk turun dari jabatannya, jika tidak bisa mengayomi warga.

“Kalau tidak bisa mengayomi warga lebih baik mundur dari jabatan, tinggalkan sekarang juga kursi Wali Kota Binjai. Seorang Wali Kota sangat tidak etis mengucapkan akan menangkap warganya sendiri, masyarakat melakukan aksi ini juga disebabkan Wali Kota Binjai yang tidak pernah memperhatikan warganya,” ujar Leriadi, Ketua Himpunan Mahasiswa Kota Rambutan (Hipamahkota).
Leriadi juga mengatakan, ucapan Umri yang mengatakan Mencirim akan dijadikan hutan, menurutnya ucapan tersebut juga tidak pantas diucapkan seorang Wali Kota Binjai.

Selain itu, Leriadi juga mengungkapkan anggaran sebesar Rp4 miliar untuk pemeliharaan jalan Kota Binjai dipergunakan untuk apa? Sementara Pemko selalu beralasan untuk perbaikan jalan, tapi anggarannya tidak ada.

“Pemerintah Kota (Pemko) Binjai jangan beralasan anggaran perbaikan jalan tidak ada, anggaran sebesar Rp4 miliar itu untuk apa?” ungkapnya.
Aksi yang dilakukan warga Mencirim berlangsung singkat. Namun, sempat terjadi kemacatan disebabkan warga menutup Jalan Juanda dengan kayu.

Pantauan wartawan koran ini ini di lokasi, Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah mulai menambal jalan tersebut dengan aspal, namun masih sedikit. Dengan ditambalnya jalan tersebut, warga sudah mulai tenang, namun dengan adanya ucapan Umri warga kembali melakukan aksi.
“Memang jalan sudah ditambal tapi sedikit, kami melakukan aksi ini karena ada ucapan Umri itu yang mengatakan ada provokasi dalam aksi pemblokiran jalan dan Mencirim akan dijadikan hutan, kami tidak terima,” ujar Leriadi. (mag-4)

Sumber: Sumut Pos