Rabu, 18 November 2009
BINJAI-MESKI telah terpilih menjadi anggota DPRDSU periode 2009-2014, namun Ali Umri tetap tak ingin melepaskan jabatanya sebagai Wali Kota Binjai. Menurutnya, itu akan mencederai masyarakat dan membuat Partai Golkar tak dipercaya lagi.
“Saya ini kader Partai Golkar. Kalau mau diberhentikan, itu tak masalah. Yang penting, bagaimana melakukan perbaikan ke depannya. Kalau saya dipecat, apa bisa Partai Golkar lebih baik?” ungkap Umri, kemarin (17/11).
Lebih lanjut dia mengatakan, surat pemecatannya sebagai Ketua Golkar Sumut oleh DPP Partai Golkar tidak diatur dalam UU. Sebab, rangkap jabatan yang kini dijalaninya, tidak ada aturannya.
“Apa aturan yang saya langgar? Mana aturannya? KPU saja tidak pernah suruh saya mundur. Tapi kalau pun KPU suruh saya mundur, apa dasarnya? Ya, jadi tunggu saja saya sampai Agustus 2010? Kan tidak masalah, karena tidak ada ketentuan dalam UU,” tukasnya.
Ali Umri menegaskan, akan tetap menghabiskan masa jabatannya sebagai Wali Kota Binjai hingga Oktober 2010. Setelah itu, dirinya siap dilantik menjadi anggota DPRD-SU. Dia beralasan, menghabiskan masa jabatan Wali Kota merupakan amanah masyarakat.
“Kalau saya mundur dari Wali Kota Binjai, ataupun anggota DPRD Sumut, berarti akan membuat masyarakat gak suka dengan Partai Golkar. Saya tidak kampanye waktu mencalonkan jadi anggota DPRDSU, tapi saya bisa menang. Itu artinya masyarakat percaya sama saya. Saya dipilih atas nama saya dari kader Partai Golkar,” tandasnya. (aswin)

 

Sumber: Posmetro Medan