Kamis, 5 November 2009
Binjai-JANJI telah diterima warga Kelurahan Mencirim, Binjai. Pemko setempat akan mengaspal Jalan Ir. H. Juanda, Binjai Timur yang dipenuhi ratusan lobang. Tentu itu membuat lega. Namun di hati keluarga Halimah, masih tersimpan kekecewaan. Bagaimana tidak, akibat lobang di badan jalan, nenek renta itu ditabrak sepeda motor. Pengendaranya hendak mengelakkan lobang tersebut.
Malang memang tak berbau. Namun jika jalan itu mulus, tentu kenyataan berkata lain. Andi Sumarno (35) tentu tak ‘membunuh’ Halimah. “Aku hendak mengelakkan lobang, tapi aku tak bisa menghindar, saat nenek itu kulihat tiba – tiba menyebrang,” sesalnya pada sejumlah warga di sana.
Sementara, Halimah dilarikan ke RS Artha Medica, Binjai. Tapi sayangnya, setelah dirawat selama 8 hari, Selasa (3/11) lalu dia menghembuskan nafas terakhir. Pangad Harianza (45), menantu Halimah, menegaskan, kecelakaan itu bukan hanya kesalahan Andi. “Pemko Binjai juga bertanggungjawab atas kecelakaan yang menimpa ibu kami. Coba jalannya tak rusak, tentu tak begini ceritanya,” sesal Pangad.
Dipicu kecelakaan itu, massa turun ke jalan. Massa meminta Pemko tak menutup mata dengan kondisi jalan di sana.
“Pemko Binjai tak berpihak kepada rakyatnya. Akibat jalan yang rusak ini, saudara kami, orang tua kami telah jadi korban dan tewas. Apa jalan ini diperbaiki setelah banyak jatuh korban ?! Sudah cukup wahai Bapak Walikota Binjai dan Kepala Dinas PU Binjai. Jangan korbankan warga Kelurahan Mencirim,” jerit pengunjuk rasa, kemarin.
“Harapan kami cuma satu, segera perbaiki jalan ini, jangan sampai jatuh korban selanjutnya,” tutup Pangad. (aswin)