Sumber: Posmetro Medan

Peramporan di siang bolong

BELAWAN-Perampokan yang dilakukan M. Rasidin (25) dan DD (DPO) tergolong nekat.

Mobil Avanza hitam BK 1398 JM yang disetir Wiliam alias A Song (37) mereka hadang. Jurus berikutnya, usai memecahkan kaca mobil, Rasidin membacok kening dan tangan pengusaha took emas itu.

Beruntung, aksi duo rampok ini gagal setelah Asong berteriak. Warga sekitar dan pengendara membabak belurkan Rasidin, sementara DD berhasil kabur dengan sepeda motor Jupiter. Perampokan siang bolong sekira kemarin (2/11) sekira pukul 14.30 WIB di gerbang Tol Belmera Belawan itu terjadi saat A Song hendak pulang ke rumahnya Jl. Mandala By Pass, Gg. Mestika, Medan. “Aku baru mengantarkan tempahan emas 200 Gram pada pelangganku di Belawan. Uang dan sisa emas yang ada kuletakkan dalam tas,” kata A Song.

Dikira Pekerja Proyek

Ceritanya, saat melaju menuju pintu tol Belawan, mobilnya distop Rasidin, sedangkan DD menunggu persis di belakang mobil. Melihat seorang pria menghentikan lajunya, A Song menepikan mobilnya. “Kukira mereka pekerja proyek yang hendak menumpang, sebab dia (Rasidin) memakai ikat kepala dan mirip dengan pekerja proyek,” lanjut A Song.

Dari kaca samping kemudi, Rasidin menghunuskan parang babi dan meminta A Song menyerahkan harta bendanya. A Song melawan. Kesal, Rasidin membacokkan parangnya ke arah Asong, tapi tak kena.

Rasidin kembali membacokkan parangnya ke arah Asong yang berusaha menutup kaca mobil. Kaca mobil pecah, begitu pula jari telunjuk kanan A Song: luka terkena sabetan parang.

Tak mau dirampok, A Song lalu berusaha menginjak gas mobil. Namun gagal. “Aku gugup kali, jadi tak tau mana yang harus kuinjak,” ujar Asong yang telah lima tahun menerima tempahan emas dari pedagang di kawasan Kota Belawan.

Melihat sasaran hendak kabur, Rasidin putar arah. Lelaki yang diperkirakan telah memantau kegiatan A Song mengantarkan emas ke pedagang emas Belawan itu, berupaya merebut tas di kursi kanan mobil. Karena itu, kaca mobil di sisi kanan kembali dipecah Rasidin.

Diteriaki Rampok

Meski terluka, A Song tetap mempertahankan tasnya. Aksi tarik menarik terjadi, dan kening A Song kembali disabet parang. Saking kuatnya A Song mempertahankan tasnya, parang di genggaman Rasidin terlepas. Saat itulah A Song berteriak rampok.

Teriakannya terdengar pengendara dan warga yang bermukim di sekitar jalan tol. Tak mau jadi bulan-bulanan massa, DD dan Rasidin yang tinggal berdekatan di Jl. Riau Barat, Kel. Belawan II, Kec. Belawan, Medan itu kabur dengan mengenderai Jupiter ke arah Kampung Salam, Belawan.

Tapi apes. Di tengah pelarian, Rasidin terjatuh. Pun begitu, dia tetap kabur menuju rawa-rawa. Pelariannya berakhir setelah warga yang berada di sana mengepungnya.

Begitu ditangkap, Rasidin dibal-bal. Akibat amuk massa itu, Rasidin hingga kemarin kritis. Muka dan sekujur tubuhnya babak belur. Usai memukuli, warga menyerahkan Rasidin pada polisi.

Karena lukanya terbilang parah, bersama A Song, Rasidin lalu dibawa ke RS TNI AL di Belawan. Jari tangan Asong dijahit berlapis-lapis. “Aku terkejut saja saat itu sehingga aku gemetaran. Tapi aku tak menyangka kalau mereka nekad berbuat kek gitu,” kesal A Song, ayah dua anak itu.

Hingga kemarin, Kapolsek Belawan AKP Bernard Pasaribu SH mengaku, , pihaknya masih mengejar DD, yang identitasnya telah diketahui. “Tersangka (Rasidin) masih dalam perawatan, sedangkan korbannya telah membuat laporan. Saat ini kita belum bisa memeriksa tersangka, setelah sedikit lumayan, kita akan menanyainya,” jelas Bernard. (dian)